Hi sobat!! ini pertama kali saya membuat blog... jadi dimohon pengertiannya dan juga saya mohon jika saya memiliki kesalahan silahkan comment dibawah..
nah.. gambar diatas sangat berhubungan dengan apa yang saya tulis di blog ini yaitu 4 bencana alam di dunia... tidak usah panjang panjang langsung saja check this out!!
Pompeii
2000 tahun lalu, seorang penulis bangsa Roma yang bernama Pliny Muda menyaksikan letusan gunung Vesuvius di Italia selatan. Dia tinggal di dekat pompeii, sebuah kota di bawah puncak gunung tersebut. Pompeii adalah kota kuno di dekat Naples italia. Kehidupan di kota itu berjalan sempurna hingga pada 79M gunung Vesuvius yang telah diam selama 800 tahun meletus dengan dahsyatnya serta debu dan awan panasnya langsung turun mengenai kota pompeii. bangunan-bangunan hancur sehingga kota itu tersapu oleh awan panas dan debu gunung itu dan membuat warganya menjadi seperti patung.
Pada abad ke 17 Pompeii ditemukan oleh sekelompok ilmuan. Dari buku "1001 historic sites you must see before you die" yang dikutip detikTravel. Mereka menemukan sebuah kota romawi dengan populasi sekitar 20.000 orang. Beberapa bangunan besar seperti gedung pertemuan dan sebuah amphiteater juga ditemukan berselimut debu vulkanis ribuan tahun.
Gunung krakatau
Gunung krakatau adalah gunung Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Gunung ini memiliki ketinggian 813 meter dan termasuk sebagai gunung berapi paling terkenal di dunia
Pada tahun 1883 Indonesia terkena bencana alam yang sangat hebat yaitu meletusnya gunung krakatau. Kekuatan ledakan gunung ini sangat mengerikan, suara ledakannya bisa didengar dari jarak ribuan mil. Bahkan material yang dilontarkan sampai di pulau-pulau kecil di Laut Afrika Timur.
Menurut penelitian letusan Krakatau sepadan dengan 13.000 kali kekuatan bom atom. Kekuatan letusan yang dahsyat itu menyebabkan tsunami besar yang menerjang Pulau Sumatra dan sekitarnya. Setelah meletus gunung Krakatau seperti hilang di dalam laut, tapi pada tahun 1927 muncul kembali dan sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan anak Krakatau.
Gempa bumi di Yungay
Pada tanggal 31 mei 1970, gempa bumi yang kuat melanda Peru di Amerika selatan. Gempa bumi itu menghancurkan rumah di kota-kota dan desa-desa di daerah tinggi yang luas di pegunungan Andes. Tetapi kota Yungay, yang berada di sebuah lembah di bawah pegunungan tersebut, yang paling parah terkena gempa tersebut.
Yungay terletak di bawah puncak gunung berselimut salju yang bernama Gunung Huascaran. Ketika gempa bumi melanda, bongkahan bongkahan salju dan batu runtuh dari gunung dan meluncur menuruni bukit berupa longsoran. Ketika longsoran tersebut semakin cepat, batuan-batuan besar tertarik bersamanya. Yungay berada tepat di jalur longsoran ini.
Kebetulan, gempa bumi terjadi saat pertandingan sepakbola piala dunia tahun 1970. Di Yungay kebanyakan orang sedang berada di dalam ruangan, menyaksikan pertandingan. Ketika bumi berguncang, mereka berhamburan keluar dan melihat tembok besar yang terdiri atas batu es, dan lumpur meluncur ke arah mereka. Beberapa orang berhasil mendaki bukit menuju tempat pemakaman, tetapi sebagian besar dari 20.000 penduduk Yungay terkubur hidup hidup atau hanyut.
Menurut penelitian letusan Krakatau sepadan dengan 13.000 kali kekuatan bom atom. Kekuatan letusan yang dahsyat itu menyebabkan tsunami besar yang menerjang Pulau Sumatra dan sekitarnya. Setelah meletus gunung Krakatau seperti hilang di dalam laut, tapi pada tahun 1927 muncul kembali dan sekarang ini lebih dikenal dengan sebutan anak Krakatau.
Gempa bumi di Yungay
Pada tanggal 31 mei 1970, gempa bumi yang kuat melanda Peru di Amerika selatan. Gempa bumi itu menghancurkan rumah di kota-kota dan desa-desa di daerah tinggi yang luas di pegunungan Andes. Tetapi kota Yungay, yang berada di sebuah lembah di bawah pegunungan tersebut, yang paling parah terkena gempa tersebut.
Yungay terletak di bawah puncak gunung berselimut salju yang bernama Gunung Huascaran. Ketika gempa bumi melanda, bongkahan bongkahan salju dan batu runtuh dari gunung dan meluncur menuruni bukit berupa longsoran. Ketika longsoran tersebut semakin cepat, batuan-batuan besar tertarik bersamanya. Yungay berada tepat di jalur longsoran ini.
Kebetulan, gempa bumi terjadi saat pertandingan sepakbola piala dunia tahun 1970. Di Yungay kebanyakan orang sedang berada di dalam ruangan, menyaksikan pertandingan. Ketika bumi berguncang, mereka berhamburan keluar dan melihat tembok besar yang terdiri atas batu es, dan lumpur meluncur ke arah mereka. Beberapa orang berhasil mendaki bukit menuju tempat pemakaman, tetapi sebagian besar dari 20.000 penduduk Yungay terkubur hidup hidup atau hanyut.
Letusan gunung Nevado del Ruiz
Pada tanggal 13 November 1985, kota Armero di Kolombia, Amerika selatan, tersapu oleh aliran lumpur vulkanis. Ini bermula ketika gunung api berselimut salju bernama Nevado Del Ruiz meletus tinggi di atas kota. Abu dan lava panas dari gunung api tersebut melelehkan salju di puncaknya, menciptakan lahar raksasa ysng mengalir dengan cepat menuruni lereng gunung dengan kecepatan sekitar 150 km/jam.
Seorang gadis berusia 16 tahun bernama Slaye Molina sedang berada di rumahnya di Armero ketika gelombang lumpur melanda. Slaye menceritakan, "Orang-orang berteriak, 'kiamat!' Kami berhamburan keluar." Tempat teraman adalah berada di tanah yang tinggi. Slaye dan yang lainnya bergegas menaiki bukit. Beberapa orang naik ke atap rumah mereka dan berpegang erat saat gelombang menyapu.
Slaye adalah salah satu dari beberapa orang yang beruntung karena selamat dari bencana itu. Lebih dari 23.000 orang meninggal ketika lumpur mengisap seperti pasir isap atau mengubur mereka hidup-hidup. Slaye berada di atas bukit selama tiga hari hingga keadaan aman untuk turun ke bawah.
Sebagai penutup, jika kita terlanda bencana hal pertama yang harus kita lakukan adalah tetap tenang dan cobalah untuk memikirkan jalan keluar. Karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
sekian blog dari saya, saya ucapkan terima kasih..





